|
Cakrawala
|
|
Selasa, 26 Januari 2010 |
|
Mulutmu adalah Harimaumu Oleh; Imroatul Mahmudah
Komunikasi sebenarnya telah diajarkan oleh Sang Pencipta Allah SWT, melalui kitabnya Al-Qur’an tentang bagaimana pentingnya komunikasi bagi umat manusia. Selain itu metode dakwah Islam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebenarnya telah menerapkan prinsip komunikasi. Keberhasilan dakwah tidak bisa dilepaskan dari penerapan cara komunikasi Rasulullah SAW yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat itu. “Mulutmu adalah harimaumu”. Pernah kita dengar kan peribahasa itu? Memang, kata-kata yang kita ucapkan memiliki kekuatan besar terutama bila kita betul-betul mengerti apa yang terkandung didalam kata-kata tersebut. “Communication is the key to success” sebuah statement yang juga kerap kita dengarkan namun masih banyak yang gagal menerapkannya, berbagai alasan mengemukakan mulai dari ketidak percayaan diri, ketidaksempurnaan alat ucap (articulator) sampai dengan penampilan fisik yang tidak memadai. |
|
Read more...
|
|
|
Cakrawala
|
|
Senin, 11 Januari 2010 |
|
Studi Kritis Hadits “Kurun Generasi Terbaik” Oleh; Ismail Amin Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang setelahnya". HR. Bukhari, no. 2652, Muslim, no. 6635. Berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim di atas, ada tiga kelompok yang merupakan sebaik-baik manusia, yang hidup sezaman dengan Nabi saww yakni para sahabat, zaman setelahnya yakni tabi’in dan zaman setelahnya lagi, yakni generasi tabi’ut tabi’in. Inilah di antara hadits yang biasa digunakan kaum salafiyun dalam mendakwahkan pemahaman dan keyakinan Islam mereka. Dengan berlandaskan hadits ini pula dibuatlah teori baru mengenai bid’ah, bahwa bid’ah adalah apa-apa yang tidak ada pada tiga kurun setelah wafatnya Nabiullah Muhammad saww. Mereka senantiasa berargumentasi, bahwa apapun yang dianggap baik bagi agama ini, maka tiga generasi tersebut niscaya akan lebih dahulu melakukannya, karena mereka adalah sebaik-baik manusia, mereka memiliki pemahaman agama yang hanif, bersih dan lebih mendalam dibanding generas-generasi Islam setelahnya. Karenanya suatu kewajiban, pemahaman dan pendapat apapun mengenai agama ini harus merujuk kepada pemahaman ketiga generasi terbaik tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Berkaca Pada Fitrah Manusia |
|
Cakrawala
|
|
Kamis, 15 Oktober 2009 |
|
Oleh: Admin Manusia dalam kehidupan di dunia pana ini selalu mencari segala yang dianggap sempurna. Demi terwujudnya kesempurnaan pada dirinya, berbagai sarana ia gunakan. Cinta kesempurnaan merupakan satu hal yang wajar dan bersifat alami (baca: Fitrah) bagi setiap makhluk di muka bumi ini, khususnya makhluk yang dinamakan manusia, baik kecintaan itu bersumber dari hal-hal yang bersifat natural maupun dari kebebasan berkehendak (free will) yang dimilikinya. Sehubungan dengan makhluk manusia, telah terbukti bahwa setiap manusia selalu berusaha untuk memenuhi segala kekurangan yang ada pada dirinya. Dan sebelum ia berhasil merealisasikan hal itu, kita saksikan, biasanya ia selalu menutup-nutupi segala kekurangan yang dimilikinya di hadapan orang lain. |
|
Read more...
|
|
|
Menimbun Barang dan Mengambil Keuntungan dari Kemalangan Orang |
|
Akhlak & Tarbiyah
|
|
Rabu, 14 Oktober 2009 |
|
Oleh: Laogi Mahdi Pada masa Imam Keenam , Imam Ja'far Sadiq As terjadi kelangkaan gandum di kota Madinah. Sebagai hasilnya, rakyat Madinah terpaksa membeli gandum dengan harga yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Pada saat itu terdapat sebagaian orang yang sangat miskin dan tidak mampu untuk membeli gandum untuk hari itu. Orang-orang ini harus membayar sedikit lebih untuk menebus harga gandum setiap harinya lantaran gandum yang tersedia sangat jarang dan langka. Imam Sadiq As memperhatikan harga gandum melambung tinggi. Ia bertanya kepada budaknya ihwal seberapa banyak gandum yang tersisa di rumahnya. Sang budak menjawab bahwa mereka memiliki persediaan yang memadai bagi mereka selama beberapa bulan. |
|
Read more...
|
|
|
Mengenal Pemimpin Mazhab Ja'fariyah |
|
Sejarah
|
|
Rabu, 14 Oktober 2009 |
|
Oleh: Admin Imam Ja'far Shadiq adalah Imam Keenam dalam hierarki dua belas Imam Maksum. Panggilannya adalah Abu Abdillah dan gelarnya yang masyhur adalah as-Shadiq, al-Fadil dan at-Tahir. Imam Shadiq adalah putra Imam Baqir, Imam Kelima, dan ibunya adalah putri dari Qasim bin Muhammad bin Abi Bakar.
Imam Ja'far Shadiq dibesarkan oleh datuknya, Imam Zainal Abidin di Madinah selama dua belas tahun dan dilanjutkan oleh lindungan kasih ayahandanya Imam Muhammad Baqir selama sembilan belas tahun. Setelah syahadah ayahandanya pada tahun 114 H, Imam Ja'far Shadiq menjadi Imam Keenam menggantikan ayahandanya, dan misi suci Islam dan bimbingan ruhani dilimpahkan ke atas pundaknya dari Rasulullah Saw melalui suksesi para Imam sebelumnya. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 1 - 15 of 90 |