Jejak, 8/12/2005
DR. Syahid Muhammad Husaini Behesyti
Dr. Muhammad Husaini Behesyti di Isfahan pada tanggal 24 Oktober 1928. Dia hidup dalam lingkungan keluarga yang agamis. Behesyti mengawali studinya pada usia 4 tahun. Dalam waktu singkat beliau pun segera cakap membaca dan menulis, di samping mahir membaca al-Qur'an. Setelah itu dia masuk sekolah dasar hingga ke tingkat sekolah lanjutan atas.
Tahun 1942, Behesyti meninggalkan studi-studi non-agamanya yang belum tuntas untuk masuk sekolah tinggi Sa'di di Isfahan. Di sini, dia belajar sastra Arab, logika dan sebagainya.
Pada tahun 1946, Behesyti melanjutkan studi di Qum, di sini, dia sempat belajar kepada ulama-ulama terkemuka di masa itu. Pada tahun 1947, dia berencana melanjutkan studi non-agamanya, karena itu dia ke Tehran, dan mendapat gelar sarjana mudanya di Universitas Tehran tahun 1951. Dia kemudian kembali ke Qum untuk belajat filsafat. Sepanjang masa inilah dia mengikuti kuliah Allamah Thaba'tabai tentang Asfar-nya Mulla Shadra dan Syifa'-nya Ibnu Sina.
Ketika di Qum, dia terlibat diskusi yang hangat ada asyik dengan Ayatullah Murthada Muthahhari, Ayatullah Muntazeri dan lainnya. Pertemuan-pertemuan ini berlangsung selama lima tahun. Pada era 1950-1951, Behesyti ikut gerakan nasionalisasi minyak yang dipimpin Ayatullah Kasyani dan Dr. Musaddiq. Namun setelahkudeta tahun 1953, beliau dan rekan-rekannya melihat bahwa beberapa program mereka dalam gerakan ini mendapat tanggapan positif. Karena itu mereka memutuskan untuk membentuk gerakan budaya yang berbasis Islam yang akan menjadi fondasi bagi upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas moral dan intelektual kaum muda.
Pada tahun 1954, Behesyti dan rekan-rekannya mendirikan sekolah lanjutan atas Din-e-Danesh di Qum dengan bantuan beberapa teman. Dia menjadi penanggung jawab langsung manajemennya dari tahun 1954 sampai1963. Dia mendapat gelar Ph.D dari Universitas Tehran tahun 1959.
Geraka Islam yang di Pimpin oleh Imam Khomeini pada tahun 1962, menciptakan perubahan yang menentukan dalam gerakan revolusi Islam. Imam membentuk sebuah dewan politik-teologi yang beranggotakan empat orang. Anggota dewan ini berasal dari berbagai kelompok perlawanan, dan Behesyti termasuk di antaranya.
Pada tahun 1964, Behesyti ke Hamburg (Jerman) atas permintaan Ayatullah Milani dan lainnya, untuk menjadi penasehat manajemen sebuah masjid yang didirikan di sana oleh Ayatullah Burujerdi. Behesyti berada di luar negeri selama enam tahun, menunaikan ibadah haji, mengunjungi Syiria, Lebanon dan Iraq. Di Iraq dia bertemu dengan Imam Khomeini. Dia kembali ke Iran pada tahun 1970. setelah kemenangan revolusi Islam, Behesyti diangkat menjadi hakim kepala di pengadilan tertinggi Iran dan menjadi ketua partai Republik Islam.
Pada malam tanggal 28 Juni 1981, saat Behesyti tengah berbicara di markaz besar partai Republik Islam, sebuah bom yang diletakkan di tempat sampah di dekat panggung majelis, meledak. Ledakan ini menghancurkan gedung dan 72 orang, di antaranya Dr. Behesyti, gugur sebagai syahid. Ledakan tersebut mengakhiri karir cemerlang Syahid Dr. Muhammad Husaini Behesyti, salah seorang insan yang memiliki komitmen dan dedikasi tinggi kepada Islam.[]